Perjalanan Kami Membangun Pemahaman Trading
Xorton dimulai dari pertanyaan sederhana: kenapa banyak orang merasa trading itu rumit dan menakutkan? Kami percaya bahwa setiap orang berhak memahami cara kerja pasar finansial tanpa harus terjebak dalam jargon yang membingungkan.
Sejak 2021, kami fokus mengembangkan materi pembelajaran yang bisa dipahami siapa saja—dari mahasiswa yang baru mulai tertarik investasi sampai profesional yang ingin memperdalam strategi mereka. Bukan soal janji cepat kaya, tapi soal membangun fondasi pengetahuan yang solid.
Tim kami terdiri dari praktisi yang pernah merasakan naik turunnya pasar. Kami tahu rasanya belajar dari kesalahan, makanya pendekatan kami lebih ke berbagi pengalaman nyata ketimbang teori yang terdengar sempurna tapi sulit diterapkan.
Dari Mana Kami Memulai
Awal yang Tidak Sempurna
Tahun 2021, kami mulai dengan webinar gratis yang diikuti sekitar 30 orang. Presentasi pertama kami? Jujur saja, agak berantakan. Koneksi internet sempat putus dua kali, dan beberapa slide tidak tampil dengan baik.
Tapi yang mengejutkan kami—peserta justru lebih tertarik pada diskusi tanya jawab. Mereka butuh ruang untuk bertanya hal-hal dasar yang sering dianggap "terlalu simpel" di tempat lain.
- Fokus pada pertanyaan praktis, bukan teori tinggi
- Belajar dari kesalahan trading yang umum terjadi
- Membangun komunitas yang saling mendukung
Berkembang Bersama Komunitas
Pertengahan 2022, kami menyadari bahwa pembelajaran trading bukan hanya soal chart dan indikator. Ada aspek psikologi yang jarang dibahas—seperti bagaimana mengelola emosi saat pasar bergerak tidak sesuai prediksi.
Kami mulai mengintegrasikan sesi diskusi tentang manajemen risiko dan disiplin trading. Beberapa alumni kami kini rutin berbagi pengalaman mereka, dan itu jadi pembelajaran berharga buat peserta baru.
- Penambahan modul psikologi trading
- Sesi berbagi pengalaman dari praktisi
- Pendekatan yang lebih realistis soal ekspektasi
Filosofi Pembelajaran Kami
Belajar dari Konteks Nyata
Kami tidak percaya pada pendekatan "satu strategi untuk semua situasi". Pasar itu dinamis. Yang berhasil di kondisi bullish belum tentu cocok saat market sideways. Makanya, materi kami selalu menggunakan contoh kasus dari berbagai kondisi pasar—lengkap dengan analisis kenapa suatu keputusan diambil dan apa hasilnya.
Transparansi Tanpa Filter
Kami tidak menyembunyikan kerugian atau kesalahan analisis. Justru dari situ pembelajaran paling berharga muncul. Setiap bulan, kami review kasus-kasus trading yang tidak sesuai rencana dan diskusikan apa yang bisa dipelajari. Ini bukan tentang tampil sempurna, tapi tentang terus berkembang.
Fokus pada Proses, Bukan Hasil Instan
Trading yang konsisten butuh waktu dan latihan. Kami tidak menjanjikan profit cepat atau sistem ajaib. Yang kami tawarkan adalah pemahaman bertahap—mulai dari membaca chart dasar, memahami pola harga, sampai merancang strategi yang sesuai dengan profil risiko masing-masing.
Komunitas yang Supportif
Belajar trading bisa terasa menyendiri kalau tidak ada yang bisa diajak diskusi. Komunitas Xorton jadi tempat di mana peserta bisa saling bertanya, berbagi analisis, dan memberikan feedback konstruktif. Kami percaya bahwa perspektif yang beragam justru memperkaya pemahaman setiap orang.
Tim yang Memahami Medan
Kami bukan sekadar pengajar—kami praktisi yang masih aktif menganalisis pasar setiap hari. Pengalaman lapangan kami jadi bahan untuk materi pembelajaran yang relevan dan aplikatif.
Ardiansyah Kusuma
Lead Instructor & Market Analyst
Ardi mulai terjun ke dunia trading sejak 2017, awalnya sebagai trader independen yang fokus pada forex dan komoditas. Perjalanannya tidak mulus—ada masa di mana akun trading-nya nyaris habis karena kesalahan manajemen risiko.
Pengalaman pahit itu yang membuat dia memahami betapa pentingnya fondasi yang kuat sebelum terjun ke pasar. Sejak 2020, dia fokus berbagi pengetahuan melalui workshop dan program mentoring. Pendekatan mengajarnya praktis dan to the point—tidak bertele-tele dengan teori yang susah dicerna.
Ardi percaya bahwa setiap trader punya gaya masing-masing. Tugas instruktur bukan memaksakan satu metode, tapi membantu peserta menemukan pendekatan yang cocok dengan karakter mereka.